Disdik Jabar Bentuk Tim Investigasi  Soal Kebocoran USBN

Disdik Jabar Bentuk Tim Investigasi Soal Kebocoran USBN

BANDUNG. WM – Kadisdik Jabar Ahmad Hadadi usai rapat dengan komisi V DPRD Jabar akan membentuk tim investigasi kebocoran soal dan kunci jawaban Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat SMA. Diharapkan penelusuran membuahkan hasil sebelum pelaksanaan UN yang beranggotakan unsur Dewan Pendidikan, MKKS, MK3S, MGM Fisika dan Sejarah dengan masa kerja selama seminggu.

“Besok kita keluarkan surat tugas Tim Investigasinya, tingkat kebocoran ini banyak terjadi di Kota Bandung, maka tim akan bekerja fokus di kota Bandung. Nanti, hasil investigasi direkomendasi ke Disdik Jabar dan Komisi V DPRD Jabar. Namun, bila ditemukan ada tindak pidana, tentunya kita, mendorong untuk dilaporkan aparat penegak hukum, baik itu kepolisian maupun kejaksaan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah VII Husein, menjelaskan alur pendistribusian soal dan kunci jawaban USBN.

“Dari Disdik Jabar dikirim ke KCD wilayah 1 sampai 13 dalam bentuk softcopy (Flasdisk), selanjutnya diberikan ke MKKS dan diteruskan ke K3S masih dalam bentuk softcopy. Namun, saat diberikan ke kepala sekolah yang bersangkutan sudah dalam bentuk CD bukan lagi Flasdisk dan pihak Sekolah-lah yang menggandakan atau mencetaknya”, jelas Husein.

Sebelumnya, temuan FAGI sudah dilaporkan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) dan Komisi V DPRD Jabar pada Senin (26/3/2018). Pihaknya meminta pihak berwenang untuk melakukan investigasi lebih lanjut terkait temuan ini.

“Kami sudah menyampaikan ke Disdik dan Komisi V semua bukti kebocoran soal tersebut. Kami minta untuk mereka melacak siapa yang sudah meracuni para siswa ini,” ujar Ketua FAGI Kota Bandung Iwan Hermawan.

Sedangkan, Ketua FAGI Iwan Hermawan mengatakan informasi kebocoran soal dan kunci jawaban USBN SLTA 2018 di Jabar, didapat dari media sosial.

“FAGI siap membantu dan memberikan data hasil investigasi, jika aparat kepolisian meminta untuk membongkar siapa sebenarnya yang membocorkan USBN”, tandasnya.

Acara raker tersebut dihadiri Kapala Disdik Jabar, Kantor Cabang Dinas Wilayah Jabar, Dewan Pendidikan Jabar, Perwakilan Kantor Kanwil Depag Jabar, Forum Aksi Guru Independen (FAGI), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Fisika dan Sejarah dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

(WM/FK)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *