KPU Kota Lakukan Pendataan Warga Lapas Sukabumi

KPU Kota Lakukan Pendataan Warga Lapas Sukabumi

SUKABUMI. WM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi melakukan pendataan terhadap warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Sukabumi, Selasa (10/4). Berdasarkan laporan dari Lapas ke KPU, sebanyak 475 orang, sedangkan yang tercatat dalam daftar pemilih sementara (DPS) sebanyak 276 orang, sebanyak 171 orang diantaranya warga Kota Sukabumi, dan selebihnya sebanyak 199 orang warga luar kota sukabumi.”Hari ini kami (KPU) melakukan pengecekan dan perekaman biometrik terhadap warga binaan bekerjasama dengan Disdukcapil, sekaligus sosialisasi pasangan calon,”ujar Divisi Perencanaan Komisioner KPU Kota Sukabumi Harlan Awaludin.

Pendataan yang dilakukan ini juga untuk memastikan mereka tercatat dalam database dan memiliki hak untuk memilih pada Pemilihan gubernur jawa Barat dan Walikota Sukabumi 27 Juni 2018.“Pengecekan biometrik dilakukan untuk seluruh penghuni sedangkan  perekaman hanya untuk warga Kota Sukabumi saja.”ungkap Harlan.

Jika ada warga binaan yang beralamat  di Kota Sukabumi  tidak terdaftar dalam database maka ada dua kemungkinan, kata Harlan. Dicoret dari DPS atau dilakukan perekaman. Untuk pengecekan harus dilakukan satu persatu untuk memastikan status kependudukan mereka. “Kalau pengecekan secara manual akan sulit ditemukan identitas yang sebenarnya,  makanya dilakukan dengan peralatan biometrik,”katanya.

Bagi warga binaan yang warga Kota Sukabumi kata Harlan berhak ikut Pilgub dan Pilwalkota Sukabumi. Sedangkan  yang beralamat di Kabupaten Sukabumi atau daerah lain di Jawa Barat maka hanya berhak ikut Pilgub saja. Warga binaan yang sudah masuk dalam DPS sudah tercatat   data kependudukannya seperti  Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarha (NKK).“Penghuni lapas ini  dari berbagai daerah. Kalau hanya  pengecekan bisa dilakukan untuk warga secara nasional,”jelasnya.

Kasi Pembinaan dan Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Kota Sukabumi, Tahar  Abdussyukur mengatakan, sebenarnya  lapas sudah melakukan  sosialisasi, namun tidak secara ditail. “Kami proaktif untuk menyosialisasikan, kami sudah punya brosurnya. Kami sampaikan ketika pengajian rutin dan kegiatan lainnya,”pungkasnya.

(Ardan)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *