Bupati Akan Meminta Galian C Ilegal Ditutup

Bupati Akan Meminta Galian C Ilegal Ditutup

Cianjur (walimedia.com).– Bupati Cianjur, Jaa Barat, Irvan Rivano Muchtar, akan menutup seluruh galian C yang tidak berizin karena aktivitas galian c dan lalu lintas truk muatan pasir tidak selaras dengan program pembangunan Pemkab Cianjur.

Bahkan ungkap dia, keberadaan galian C lebih banyak merugikan pemkab, sehingga pihaknya akan segera mengajukan penutupan terutama yang tidak berizin.”Selama ini banyak kerusakan yang disebabkan aktivitas galian, mulai dari lingkungan, udara dan jalan cepat rusak karena truk melebihi tonase,” katanya di Cianjur, Senin.

Dia menjelaskan, galian C di sejumlah kecamatan di Cianjur, tidak hanya mengeksplorasi kekayaan alam, tapi merusak infrastruktur jalan, dimana beban muatan yang terlalu tinggi, sehingga umur jalan lebih pendek dibandingkan jangka waktu seharusnya.

“Sedangkan saat ini, pemkab ingin membangun jalan mantap lebih banyak, namun aktifitas galian, membuat rencana tersebut terhambat sehingga tidak sejalan dengan program pemerintah,”katanya.

Pemkab Cianjur tutur dia, akan berkoordinasi dengan Pemprop Jabar, agar galian C yang tidak berizin segera ditutup. Bahkan pihaknya juga akan meminta adanya peningkatan pengawasan dari pemprop agar galian C di Cianjur tidak menjamur karena selama ini pengawasan yang dilakukan sangat minim.

“Karena kurangnya pengawasan membuat pengusaha nakal dengan mudah tetap menjalankan usahanya, sedangkan yang merasakan dampaknya arga sekitar. Mulai dari kesehatan, kenyamanan dan keamanan mereka terganggu dengan aktivitas galian ilegal tersebut,” katanya.

Sementara warga disejumlah wilayah yang terdapat galian C berharap pemerintah, menutup galian tersebut karena banyak merugikan lingkungan dan warga. Bajkan selama ini, warga mengaku tidak pernah mengizinkan adanya aktivitas galian di wilayahnya tersebut.

Hafidudin(48) warga Kecamatan Cibeber, mengatakan, beberapa galian C yang beroperasi di wilayahnya, sangat merugikan, mulai dari jalan rusak hingga dampak pencemaran udara, sehingga warga sempat berujukrasa agar galian ditutup.

“Bertahun-tahun warga diam, namun tidak ada solusi dan tindakan tegas. Kalau belum juga mendapat jawaban, jangan tunggu puncak kemarahan warga. Kami hanya meminta aktivitas galian di wilayah kami ditutup,” katanya. |ant

About The Author

Related posts

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: