POLITIK

Cawagub Rindu Sambangi Pesantren Syamsul Ulum Sukabumi

SUKABUMI, (WM) – Calon gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum bersilaturhami dengan Pondok Pesantren Syamsul Ulum Kota Sukabumi. Sabtu,(24/02). Uu yang berpasangan dengan calon Gubernurnya  Ridwan Kamil  dinilai cocok. Seperti yang diungkapkan oleh   Direktur  Pendidikan Syamsul  Ulum Kota Sukabumi, Jawa Barat, Syafrudin Amir, bahwa pasangan calon gubernur Ridwan Kamil- Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) merupakan kolaborasi yang pas untuk memimpin Jawa Barat. Keduanya mewakili kalangan nasionalis dan religius.

“Peta pasangan Rindu ini adalah nasionalis dan religius. Cukup sulit di Indonesia mempertemukan nasionalis-religius ini. Tapi alhamdulillah Ridwan Kamil dan Uu bisa bertemu,” kata Direktur Pendidikan Syamsul Ulum Kota Sukabumi, Jawa Barat, Syafrudin Amir, di sela kunjungan Uu Ruzhanul Ulum ke Pondok Pesantren Syamsul Ulum, kemarin.

Uu merupakan  cerminan aspirasi kalangan santri. Syafrudin menaruh harapan besar Uu menjadi simbol kalangan santri yang tampil pada Pilgub Jabar 2018.”Kang Uu adalah figur kaum santri dari berbagai pondok pesantren. Kang Uu tak perlu dikampanyekan lagi karena mewakili santri. Mudah-mudahan pasangan Rindu bisa mengobati keinginan kaum santri,” tandasnya.

Sementara itu Uu Ruzhanul Ulum mengaku kedatangannya ke Pesantren Syamsul Ulum atau dikenal Pesantren Gunungpuyuh intinya bersilaturahmi. Baginya datang ke pesantren tersebut merupakan napak tilas karena memiliki nilai historis bagi keluarga besarnya.

“Kakek kami memiliki hubungan emosional dengan Pesantren Syamsul Ulum. Kakek kami pernah pesantren di sini mempelajari ilmu tafsir dan ilmu-ilmu lainya. Makanya, perlu ada komunikasi lanjutan bagi keluarga besar kami,” terang Uu.

Selain itu kedatanagan Uu ke Pontren tersebut juga  mengenalkam diri dari keluarga besar Pesantren Miftahulhuda serta ingin didoakan dari kalangan pesantren.

“Saya ingin mendapatkan ridho Allah SWT dan shirat-nya (jalannya) menjadi pemimpin di Jawa Barat. Doa itu penting. Takdir Allah SWT bisa didorong dan diubah dengan doa. Apalagi doa para kiayi dan pondok pesantren dekat diijabah (dikabulkan),” terang Uu.

Menurut Uu, para kiyai sudah memahami dunia politik. Doa kepada calon intinya sudah dipahami para kiayi.”Intinya kami sudah memiliki pemahaman sama, bahwa namanya politik bagi dunia pesantren penting dan dibutuhkan. Tarbiyah dan siyasah dalam perkembangan agama merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Kami yakni itu pun ada dalam benak pesantren Syamsul Ulum,” tandasnya. (Adisty/Ardan)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

To Top
%d blogger menyukai ini: