Polisi Bidik Tersangka Lain Kasus Suap KPU – Panwaslu Garut

Polisi Bidik Tersangka Lain Kasus Suap KPU – Panwaslu Garut

BANDUNG, (WM) – Kepolisian Jabar masih  mengembangkan penyelidikan kasus suap Pilbup Garut 2018 yang melibatkan Panwaslu dan KPU Garut. Polisi membidik tersangka lainnya.

“Kita masih pemeriksaan mendalam. Apapun yang tersangkut dalam kasus ini akan diproses,” ujar Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung, Senin (26/2/2018).

Irjen. Pol. Agung Budi Maryoto menyampaikan, modus operandi kasus ini yaitu bahwa DW telah memberikan uang sebesar Rp. 10 Juta Rupiah kepada HHB selaku ketua Panwaslu dan juga memberikan uang kepada saudara AS selaku anggota KPUD Kabupaten Garut sebesar kurang lebih Rp. 100 Juta. Selain itu polisi juga turut menyita 1 Unit Daihatsu Sigra Warna Putih No. Pol. Z 1784 DY dalam kasus ini.

“Untuk meloloskan pasangan calon Soni Sondani-Usep Nurdin dalam tahapan pilkada Kabupaten Garut,” kata Agung.

Selain uang dan kendaraan roda empat, Polisi mendapatkan barang bukti  1 buah Kwitansi tertanggal 08 Februari 2018, 3 buah buku tabungan, 3 buah Handphone, 1 berkas fotocopy surat komisi pemilihan umum republik Indonesia, perihal melampaui batas akhir masa perbaikan nomor : 148/PL.03.2SD/06/KPU/II/2018 tertanggal Jakarta 09 Februari 2018, 15 bukti transfer ATM, 1 unit mobil Daihatsu Sigra beserta kunci dan STNK atas nama Ade Sudrajat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana menjelaskan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dari kasus ini. Namun pihaknya masih akan mendalami dan menemukan alat bukti untuk menetapkan tersangka.

“Kita kejar dulu alat bukti yang yuridis. Mungkin bisa sampai ke PPK (Panitia Pengawas Kecamatan). Tetapi harus didalami terlebih dahulu,” ucapnya.

Terkait paslon yang disebut-sebut tersangka Didin, Umar menyebut saat ini statusnya masih saksi. Polisi perlu membuktikan ada atau tidaknya keterlibatan paslon Soni-Usep berkaitan kasus ini.

“Kita akan periksa dulu pasangan itu. Pengakuan dari Didin memang disuruh. Tapi kita perlu dua alat bukti. Itu baru satu pengakuan dari Didin saja,” kata Umar. (Fk)

About The Author

Related posts

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: