BOGOR RAYA

Ormas Benteng Pajajaran Pertanyakan Kinerja Camat Tajur Halang

BOGOR, WM -Tahun ganti tahun, dan dua kali hasil musrembang, infrastruktur jalan di Kecamatan Ta­jurhalang tidak ada pembenahan, alhasil masyarakat dan Ketua Umum Ormas Benteng Padjajaran mempertanyakan akan kinerja dari Camat Tajur Halang. Nurhayanti sebagai Bupati yang terkesan cuek dengan kondisi infrastruktur jalan kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.

Menanggapi jeritan masyarakat Kecamatan Tajurhalang, Ketua Umum (Ketum) Benteng Padjajaran Doel Samson mengatakan, hasil musrembang tahun 2016 dan 2017 salah satunya untuk infrastruktur jalan Kecamatan Tajurhalang tidak terealisasi, hasil Musrembang ini menandakan gagalnya komunikasi yang dibangun antara aparatur Desa dan pihak Kecamatan.

“Lihat aja mbak foto ini, parah kan jalanan nya berlubang-lubang dan kedalaman lubangnya bisa mencapai 60 senti meter dan luas lubangnya mencapai 1,5 Meter, jika musim penghujan tak hayal banyak masyarakat pengendara roda dua mengurungkan niat nya melintas dijalur tersebut, dikarenakan bisa merusak kendaraan roda dua,” ujarnya kepada wartawan.saat dijumpai di kediamannya, jalan Cijujung Blodes, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Sabtu (03/03/18) siang.

Doel Samson menambahkan, bagaimana infrastruktur jalan di kecamatan Tajurhalang tidak layak bagi para pengendara roda dua dan empat yang melintas, tapi malah mengakibatkan kerugian masyarakatnya, karena hasil pantauan dirinya, Camat jarang berada dikantornya, atau barangkali Camat Tajurhalang sudah pindah kantor di luar kantor kecamatan.

“Bu Camat nya lebih suka merias diri, tidak pernah meninjau infrastruktur jalan sampai jalanan nya menjadi kubangan kerbau dan malah bisa dijadikan kolam ikan lele. Patut dipertanyakan kinerjanya. Bupati Bogor harus segera mengganti Camat Tajurhalang yang tidak becus menangani infrastruktur jalan, bagaimana Kabupaten Bogor mau maju, jika infrastruktur daerah yang dekat dengan pusat Pemkab Bogor rusak parah,” ungkapnya.

Lanjutnya, Penerangan Jalan Umun (PJU) pun tidak ada di beberapa titik jalan sehingga jalan tampak gelap dan angker. PJU digunakan untuk penerangan jalan dimalam hari sehingga mempermudah pejalan kaki, pesepeda dan pengendara kendaraan dapat melihat dengan lebih jelas jalan/medan yang akan dilalui pada malam hari, sehingga dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas dan keamanan dari para pengguna jalan dari kegiatan/aksi kriminal.

“Sampai pernah terjadi beberapa kali tindak kejahatan khususnya bagi pengguna pengendara roda dua, motornya di ambil dan bahkan sampai melukai si pengendara roda dua tersebut, mau menunggu sampai berapa korban lagi ?,” tegas Doel Samson.

Lain hal dengan pengguna jalan yang juga masyarakat di Desa Tajurhalang, Kecamatan Tajurhalang, Reni meminta tolong agar disampaikan kepada Camat Tajurhalang bahwa jalanan sangat memprihatinkan, banyak yang berlubang-lubang. Karena dirinya sebagai pengendara roda dua yang melintas merasa dirugikan dari waktu dan keselamatan saat melintasi daerah dari SDN Tonjong 02 arah menuju rumahnya di Nanggerang.

“Pernah saya membonceng keponakan saya saat melintas melewati perumahan Parung Hijau menuju Sekolah SDN Tonjong 02, karena jalanannya berlubang besar banget dan tergenang air, mengakibatkan motor yang saya kendarai hilang keseimbangan dan terjatuh, kalau saya saja tidak masalah, tapi ini keponakan saya hendak berangkat sekolah dan jadi tidak sekolah, karena ada luka lecet ditangan dan kaki, dan seragam nya kotor semua,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) wilayah Cibinong, Agus Sukwanto saat dikonfirmasi melalui Whatsapp menjelaskan, ruas Jalan Raya Tajurhalang-Kalisuren masuk skala prioritas lelang. Rencananya, PUPR Kabupaten Bogor akan meningkatkan jalur.

“Untuk Tajurhalang sudah ada program, tinggal menunggu pemenang nya, karena Tahurhalang-kalisuren berkas nya sdh di ULP, April tahun 2018 mudah-mudahan sudah bisa mulai,” pungkasnya.(Asp)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

To Top
%d blogger menyukai ini: