CIANJUR

RSUD Cimacan Gelontorkan Rp 3 Milyar untuk Helipad

CIANJUR. WM – Pengadaan fasilitas helipad di RSUD Cimacan mengejutkan sejumlah masyrakat Cianjur, serta menuai  beragam kritik. Pasalnya, selain pembangunan gedung tersebut menelan biaya yang mencapai Rp3 Milyar, keberadaan helipad di tempat pelayanan kesehatan sendiri pun dinilai masyarakat tidak terlalu penting.

Pembangunan yang kini tengah dalam proses pelelangan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Cianjur tersebut sedikitnya sudah diikuti sebanyak 35 peserta, dengan kode lelang 1963418. Dalam keterangan yang tertera di LPSE juga tertera jika sumber pengadaan tersebut berasal dari APBD 2018.

Direktur Eksekutif Cianjur Aktivis Independn (CAI), Farid Sandy menyebutkan, tingkat urgensi pembangunan fasilitas helipad tidak begitu tinggi untuk masyarakat di Cianjur. Pasalnya, akses helikopter notabene digunakan untuk masyarakat kalangan jet z saja, sehingga tidak mencakup kepentingan masyarakat umum yang berada di kelas menengah ke bawah.

“Apa untungnya helipad buat masyarakat kecil?. Apakah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur akan menyediakan helikopter untuk keperluan masyarakat kecil yang sedang sakit?, tentu saja tidak mungkin,” sebutnya.

Menurut Farid, landasan pemkab menyetujui pembangunan helipad di RSUD Cimacan itu harus dipertanyakan serta dikritisi. Sebab sangat tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Belum lagi saya dengar, jika gedung helipad merupakan pengadaan dua bangunana dalam satu atap, yang digabung dengan gedung rumah duka,” kata dia.

Terpisah, Bagian Umum RSUD Cimacan, Dadan saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa saat ini memang sedang dilaksanakan lelang pengadaan fasilitas helipad di RSUD Cimacan yang nilainya mencapai Rp3 Milyar. Namun, pengadaan tersebut bentuknya berupa rumah duka yang di atap gedungnya ditambah dengan fasilitas Helipad.

“Iya betul, akan ada helipad di atas gedung rumah duka dalam APBD 2018 ini,” tutupnya.(EG)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

To Top
%d blogger menyukai ini: