BOGOR RAYA

Niat Ngabuburit Dengan Berenang Di Sungai, Nuji Tewas Terseret Arus Kali Cileungsi

Walimedia.com, BOGOR. Citeureup-Sungai Cileungsi kembali makan korban. Kali ini, bocah yang masih duduk di bangku SD tewas terseret derasnya arus kali Cileungsi, tepatnya di Kampung Tonggoh tengah RT 02/ RW 03 Desa Gunungsari Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor, Sabtu sore (2/6/2018) sekira pukul 17.00 WIB.

Korban tersebut dengan Identitas Nuji (10 ), Islam, Kelas 3 SDN Gunungsari 03, Kampung Nyangkokot RT 02/ RW 06 Desa Gunungsari Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor.

Dari data yang dihimpun di lapangan, pada saat sekira jam 17.00 WIB, Korban bersama teman-temannya, Hildan ( 10 ), Baim ( 11 ), Abeng ( 10 ), Gilang ( 9 ), dan Iwan (8) bermain untuk ngabuburit  dan berenang di Kali Cileungsi ( Kampung Tonggoh Tengah Rt 02/03 Desa Gunung sari Kecamatan Citeureup.

Pada saat berenang Korban  terbawa arus hingga tenggelam. Saat Korban tenggelam, teman-temannya berusaha menolong. Namun karena takut terbawa arus maka  berusah mencari warga sekitar.

“Karena di lokasi tersebut sepi tidak ada warga, maka pulang dan memberitahukan kepada warga sekitar,” ujar ketua RT setempat, Baehaki (40) kepada walimedia.com, usai kejadian.

Menurut dia, kemudian mendapat informasi dari temen-teman korban maka beserta warga mendatangi lokasi dan mencari korban.

” Pencarian di mulai sekitar jam 18.00 wib dan sekira Jam 20.00 wib, Korban ( NUJI ) ditemukan sudah tidak bernyawa,” katanya.

Selanjutnya, korban dibawa ke kediamannya untuk dipertemukan dengan pihak keluarganya. Kemudian pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, karena keluarga menerima bahwa korban meninggal murni musibah dan tidak ada unsur-unsur Pidana. “Dan selanjutnya korban langsung dimakamkan di TPU Gunungsari setelah pihak keluarga beserta warga lainnya mengurus jenazahnya,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gunungsari, Hendra Fermana yang berkunjung di kediaman orang tua korban,  turut berduka cita atas musibah yang menimpa warganya. “Saya mendoakan agar pihak keluarga menerima dengan lapang dada diberikan ketabahan serta korban agar diterima disisi Allah SWT,” ucap Hendra.

Hendra menghimbau kepada warganya, agar senantiasa para orang tua untuk bisa menjaga dan mengawasi aktivitas anak-anaknya, terlebih untuk melarang bermain di tempat yang berbahaya.

“Saya memohon kepada warga semuanya, berkaca dari kejadian yang kerap terjadi ini untuk lebih waspada mengawasi anak-anak kita untuk memastikan berada dalam kondisi aman,” tukasny.(

Sep/fk

Click to comment

Tinggalkan Balasan

To Top
%d blogger menyukai ini: