BANDUNG RAYA

Sangat Harmonis, Hubungan tripartit di Kota Bandung

Walikota Bandung, Ridwan Kamil (kiri) saat menerima Tim penilai Tripartit Award Provinsi Jawa Barat di Pendopo Kota Bandung, Rabu (1/8/2018)

BANDUNG, walimedia.com. – Hubungan tripartit (pemerintah, pengusaha, dan pekerja) di Kota Bandung sangat harmonis. Sejumlah permasalahan ketenagakerjaan pun dapat terselesaikan melalui musyawarah.

Demikian dikatakan Walikota Bandung Ridwan Kamil, saat memberikan paparan tentang kondisi tripartit Kota Bandung kepada tim penilai Tripartit Award Provinsi Jawa Barat di Pendopo Kota Bandung, Rabu (1/8/2018)

“Dalam setahun setidaknya ada 12-16 kali pertemuan tripartit. Kita kasih anggaran setengah miliar per tahun,” ujar Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Salah satu tanda keharmonisan hubungan Tripartit kata Emil, adalah minimnya dinamika buruh di lapangan. Bahkan, pada saat Hari Buruh (May Day) yang identik dengan demonstrasi pun tidak terjadi di Kota Bandung.

“Hari buruh pun dirayakan dengan kreativitas dan perayaan. Tidak ada demo. Tetapi tidak menghilangkan esensi perjuangan para buruh,” tuturnya.

Selain hubungan tripartit, dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terhadap kesejahteraan buruh juga sangat besar. Selain peningkatan Upah Minimum Kota (UMK), Pemkot Bandung juga menciptakan inovasi regulasi untuk menekan angka pengeluaran buruh.

“Prinsipnya, memberikan kesejahteraan tidak harus dengan menaikkan pendapatan, tetapi juga menurunkan pengeluaran,” katanya.

Pemkot Bandung juga menggulirkan inovasi penyediaan bis gratis untuk buruh dan apartemen rakyat untuk buruh. Selain itu, ada pula sistem pemberian sembako murah untuk buruh. Hal itu pun masih terus disempurnakan.

Tak hanya itu, pemerintah juga telah menerbitkan regulasi tentang ketenagakerjaan sebagai turunan dari Undang Undang Ketenagakerjaan. Pemkot Bandung telah memiliki Perda No. 4 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. Perda tersebut mengatur segala hal yang berkaitan dengan iklim ketenagakerjaan, mulai dari perlindungan tenaga kerja, hingga fasilitasi bagi pekerja difabel.

“Bagi kami, inklusi ini adalah hak asasi manusia. Perusahaan harus memberikan hak yang sama selama ia mampu melaksanakan pekerjaannya,” tegasnya.

Ia pun berharap agar situasi tripartit yang harmonis ini dapat terus terjadi di Kota Bandung sehingga iklim bisnis selalu kondusif dan dapat membawa kesejahteraan bagi warganya. (bud)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

To Top
%d blogger menyukai ini: