SUKABUMI

Bintek Ajang Memperbaiki Kesalahan Pengadaan Barang dan Jasa

Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi saat membuka bintek (bimbingan teknis) Pengadaan barang dan jasa bagi pelaku usaha, Rabu (18/02)

SUKABUMI, walimedia.com. -Hasil evaluasi pengadaan barang dan jasa mulai tahun 2016 sampai tahun 2018, masih menunjukan kelemahan-kelemahan yang perlu diperbaiki. Mulai dari penyedia yang tidak mampu melaksankan kontrak dengan baik, adanya pengalihan pekerjaan ketika pelaksanaan akan dilakukan sampai adanya rekayasa dokumen dan potensi persekomgkolan.

Oleh karenanya agar permasalahan itu tidak terjadi lagi, maka dilakukan Bintek (bimbingan teknis) bagi para pelaku usaha. “Permasalahan seperti itu yang perlu adanya perbaikan kedepannya. Sehingga nantinya tidak akan terjadi lagi permasalahan seperti itu,”ujar Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi saat membuka bintek (bimbingan teknis) Pengadaan barang dan jasa bagi pelaku usaha, Rabu (18/02).

Dengan adanya bintek ini, kata Fahmi, semua pelaku usaha dari berbagai bidang bisa memahami dan bisa lebih profesional serta kelemahan-kelemahan hasil evaluasi tersebut bisa diperbaiki. Dengan momen bintek juga diharapkan proses pengadaan lebih profesional dan transparan.

“Di momen bintek ini, semuanya harus bisa diperbaiki, termasuk kelemahan-kelemahanya itu juga harus dihilangkan. Makanya mari kita kolaborasi dengan baik. Penyempurnaan- penyempurnaan yg belum baik kita lakukan saat ini,”tandas Fahmi.

Fahmi juga berharap, ditahun perencanaan ini, semua proses lelang pekerjaan bisa lebih cepat. para organisasai Perangkat Daerah (OPD) bisa segera menyerahkan paket pekerjaan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ). Hal itu juga untuk memeprcepat proses pembangunan di Kota Sukabumi.

“Saya juga mewanti-wanti ke BPBJ agar terus meningkatkan profesional pekerjaanya, serta mengikuti aturan yang ada. Sehingga hasilnya juga akan baik,”terang Fahmi.

Sementara itu Kepala BPBJ Pemkot Sukabumi Fahrurrazi mengatakan, data hasil evaluasi 2016/2018 tersebut merupakan data yang berasal dari pusat. Segala Permasalahan-permasalahan umum seperti kontrak tidak optimal, kualitas pekerjaan tidak sesuai sampai praktek pinjam bendera tahun ini harus ditiadakan.”Kita usahakan di daerah tidak terjadi seperti itu lagi,”ujarnya.

Dalam kegiatan bintek tersebut lanjut Fahrurrazi, pihaknya mengundang 75 pelaku usaha (Penyedia), baik itu penyedia kontruksi, tata boga, travel, sarana parsarana perkantoran, dan jasa konsultasi. Dalam agenda kali ini juga sekaligus mensosialisasikan aturan yang baru yakni Perpres nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Kita undnag 75 orang itu setidaknya bisa mewakili semua pelaku usaha yang ada di kota sukabumi, sekaligus mensosialisasaikan adanya aturan yang baru tersebut,”terang Fahrurrazi.

Bahkan pihaknya juga membuka coaching clinic bagi siapa saja yang mau diskusi.”Coaching clinic ini bukan hanya untuk para penyedia saja, tapi masyarakat atau organisasai lainya juga bisa datang ke kantor kami, untuk melakukan diskusi ataupun konsultasi sepeutar pengadaan barang dan jasa,”terang Fahrurrazi.

Pada kesempatan itu, Fahrurrazi mengungkapkan, sampai pertengahan bulan Pebruari ini, ada sekitar 24 paket siap ditenderkan, dari 70 persen data pekerjaan yang sudah masuk ke BPJB.”Sampai pertengahan pebruari tahun ini, ada sekitar 24 paket yang siap ditenderkan. Mudah-mudahan kedepanya semua paket pekerjaan disetiap OPD bisa masuk semuanya,”pungkas Fahrurrazi.ardan

Click to comment

Tinggalkan Balasan

To Top
%d blogger menyukai ini: