BOGOR RAYA

KRL Commuter Line Tujuan Jakarta – Bogor Anjlok

Kereta Rel Listrik (KRL), Commuter Line tujuan Jakarta-Bogor anjlok di dekat pintu perlintasan Kelurahan Kebon Pedes

BOGOR, Walimedia.com  – Kereta Rel Listrik (KRL), Commuter Line tujuan Jakarta-Bogor anjlok di dekat pintu perlintasan Kelurahan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (10/03/2019). Hingga pukul 11.30 WIB, proses evakuasi masih berlangsung.

Siti  (37) warga  kebon pedes, Tanah Sareal, Kota Bogor mengatakan, peristiwa yang terjadi pukul 10.00 WIB, begitu cepat dan membuat panik warga sekitar. “Saat itu saya sedang cuci piring, kemudian mendengar suara gemuruh, ketika dicek keluar rumah, ternyata kereta anjlok,” kata Ayi.

Dia menambahkan, anjloknya KRL Commuter Line tujuan Bogor itu membuat gerbong paling depan rangkaian kereta itu keluar rel hingga menabrak tiang listrik. “Paling parah itu gerbong dua dan tiga sampai terguling dan depan menabrak tiang listrik,” ujar dia.

Menurut dia, semua penumpang sudah dievakuasi. Sementara ini belum diketahui korban luka di pihak penumpang. Kondisi kereta sudah kosong dan semua penumpang dibawa ke tempat aman.

Sementara itu VP PT Kereta Commuter Line Indonesia Eva Chaerunnisa saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum bisa menyampaikan terkait adanya korban jiwa.

“Petugas saat ini sedang fokus proses evakuasi. Kemudian untuk penyebab anjlokan juga belum bisa saya sampaikan. Karena harus dipastikan dulu. Karena sempat ada satu kereta di bagian ketiga yang menabrak tiang listrik, sehingga kita belum bisa sampaikan penyebabnya apakah sama dari anjlokan ini,” kata Eva.

Meski demikian, tutur dia, saat ini pihaknya akan tetap fokus memaksimalkan perjalanan. “Meskipun sampai saat ini evakuasi KRL belum dapat dilakukan, kami akan melakukan pemenggalan atau potong relasi. Misalnya kereta yang sebelumnya arah Jakarta menuju Bogor sampai Cilebut atau Bojonggede saja. Sehingga perjalanan kereta dari Cilebut maupun Bojonggede ke Jakarta dan Jatinegara masih bisa dilayani. Meskipun bakal terjadi antrean atau penumpukan penumpang,” katanya (Asp)

Click to comment

Tinggalkan Balasan

To Top
%d blogger menyukai ini: