DPRD Kota Sukabumi Soroti PPDB Sistem Zonasi

oleh -12 views
ketua dprd kota sukabumi e1558017325784
Yunus Suhandi, Ketua DPRD kota Sukabumi

SUKABUMI, walimedia.com. -Adanya sistem baru terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019/2020 bagi Sekolah Menegah tingkat Atas (SMA) Negeri, mendapat perhatian khusus dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi Yunus Suhandi. Menurut Yunus, aturan yang baru harus dipertimbangkan dengan berbagai hal.
“PPDB dengan pola zonasi ini harus mempertimbangkan kondisi di Kota Sukabumi,”ujar Yunus. kamis, (16/05/2019)

Yunus menjelasksan, adanya pola zonasi itu secara tidak langsung akan mempersempit peluang lulusan SMP sederajat untuk melanjutkan ke tingkat sekolah negeri. Pasalnya, ada sebagian daerah di Kota Sukabumi tidak termasuk zona sekolah negeri. Sementara disisi lain siswa memiliki prestasi yang cukup bagus.
“Misalkan Kecamatan Lembursitu dan Kelurahan Tipar, tidak masuk dalam zonasi sekolah negeri. Sementara di sana banyak lulusan SMP yang memiliki prestasi, tapi (karena adanya system zonasi) tidak bisa masuk sekolah negeri,” ujarnya.

Yunus mengaku bukan tidak setuju dengan pola zonasi dan jalur yang ditetapkan pemerintah dalam PPDB untuk SMA Negeri. Dia menilai cara ini sangat baik untuk pemerataan siswa negeri dan sekolah swasta. Akan tetapi pembatasan akan menghambat harapan anak untuk melanjutkan ke SMA negeri.

“Ini harus dipikirkan, jangan sampai minat anak untuk melanjutkan sekolah terkekang karena pola ini.,” kata dia.
Yunus juga sering mendapatkan informasi dari berbagai orang tua siswa, mereka bukannya tidka mau menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta. Tapi karena alasan ekonomi, mereka lebih memilih sekolah negeri, terutama nilai akademik anaknya memenuhi persyaratan untuk masuk SMA negeri. “Bahkan, ketika saya tanya orang tua guru sekolah swasta, ingin anaknya sekolah di SMA negeri,” jelasnya.

Yunus mengaku sulit untuk memberikan solusi mengenai keluhan dari orang tua yang ingin anaknya melanjutkan ke SMA negeri. Pemerataan sekolah negeri di seluruh kecamatan juga bukan solusi terbaik. Sebab, jika diseluruh kecamatan terdapat sekolah negeri, dampaknya, sekolah swasta akan semakin kekurangan siswa.

“Menurut saya, zonasinya yang perlu diperluas agar semua lulusan SMP dan MTs di wilayah Kota Sukabumi mendapatkan kesempatan yang sama untuk melanjutkan ke SMA negeri,”pungkasnya. (ardan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.