Komunitas Al Fatih Berikan Sumbangan Bagi Anak Yatim

oleh -2 views
WhatsApp Image 2021 05 09 at 08.26.01
Komunitas Al Fatih Berikan Sumbangan

BANDUNG | WALIMEDIA – Komunitas Al Fatih yang terdiri anak-anak muda yang memiliki kepedulian sosial memberikan bantuan (8/5-2021) berupa bingkisan Lebaran yang disampaikan kepada anak-anak yatim piatu dan anak-anak kaum dhuafa yang berada di Panti Asuhan Hikmah Mufakir Istiqomah di Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung.

Bantuan tersebut merupakan titipan dari para donatur yang telah menyisihkan rezekinya untuk kegiatan.

IMG 20220103 WA0012

Bantuan yang diberikan berupa beras, kue Lebaran, minyak kelapa, gula pasir, kornet dan juga kebutuhan pokok lainnya.  Pengumpulan semua ini  berlangsung selama tiga minggu dari awal Ramadhan. Komunitas yang memiliki tagline “Muda-Mudi Gaduh Kanyaah” ini setiap tahun selalu menggelar kegiatan inisebagai bentuk kepedulian mereka kepada saudara-saudara mereka yang tidak beruntung.

Menurut Koordinatur acara, Wais Al Qorny, pengumpulan dana ini dilakukan ada yang melalui proposal atau menyebarkan ajakan ini kepada teman-teman usianya melalui whatsapp atau Instagram. Wais mengakui apa yang didapat tahun ini memang di luar ekspetasi.

“Terus terang  melebihi target dari yang ditetapkan sebelumnya. Tentunya saya dan teman-teman merasa bahagia karena di bulan yang penuh berkah ini banyak yang teraik untuk melakukan kebaikan ini. Semoga hal ini memotivasi kami untuk bisa melakukan kegiatan in I bukan setahun sekali melainkan bisa dilakukans ebulan sekali ke depannya,” ungkapnya kepada WMOL saat kegiatan tersebut berlangsung.

Baginya, kegiatan ini dilakukan selain mengajak para donatur untuk berpartisipasi dalam kegiatan in I juga melatih para anggota yang berada dalam komunitas ini yang dominan para karyawan, mahasiswa dan juga pedagang untuk menyisihkan rezeki dari penghasilan yang mereka dapatkan.

“Intinya muda-muda yang ada sudah saatnya untuk bisa berbagi. Berbagi itu tidakharus dalam ukuran yang besar tetapi dalam ukuran kecil yang dikumpulkan tentu akan bisa memberi manfaat untuk orang lain,” tambahnya.

Salah satu anggota komunitas ini, M. Iqbal Wahyu merasa terharu karena bisa mengunjungi panti asuhan dan bertemu langsung dengan anak-anak yang tinggal di panti asuhan ini. Baginya, hal ini merupakan pemgalaman pertama yang begitu berharga dan bisa melihat langsung kondisi anak-anak yang diberi ujian oleh Allah dengan  ketiadaan orangtua dan juga ketiadaan harta yang dimiliki. “saya semakin terpacu untuk terus berbuat baik karena di lingkungan sekitar hidup saya ternyata masih banyak yang membutuhkan bantuan,” kata Iqbal yang berprofesi sebagai seorang guru di SMK Swasta di Kabupaten Bandung.

Senada dengan  Iqbal, Revy Restu Septian mengeaskan jika dirinya merasa menemukan sesuatu yang selama ini tak pernah dilihatnya dan menjadi teguran keras baginya karena hidup tak bisa sekedar menikamti sesuatu yang didapat untuk sendiri semata namun mesti pula dibagikan untuk orang lain. “Kita semua harus belajar berbagai denga napa yang dim iliki dan ben tuknya boleh apa saja,” ujar pria berkaca mata yang sehari-hari yang menjadi karyawan di tempat penjualan ikan di Pasar Ciroyom Bermartabat.

Sementara Sonia Nuraeni, seorang mahasiswi di sebuah Universitas Swasta di Kota Bandung mengatakan dirinya untuk melakukan semua itu karena ia memang merasakan bagi mana sedihnya tidak memiliki orang yang dicintai karena beberapa tahun lalu dia ditinggalkan ibunya untuk selama-lamanya. “tentu saja apa yang dilakukan ini sebagai bentuk rasa cinta kita kepada orang-orang yang ada di sekeliling kita,” kata gadis yang menjadi bendahara di komunitas ini.

Pengurus Panti Asuhan Hikmah Mufakir, Eulis Fatimah merasa Bahagia dengan kedatangan komunitas Al Fatih ini yang telah mau berbagai dengan anak=anak yang ada di panti Eulis mengapresiasi apa yang dilakukan oleh anak-anak muda yang masih mampu menyisihkan sebagian cintanya untuk orang lain.

“Titipan saya terima secara baik dan akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk anak-anak yang tinggal di panti ini. Terima kasih dan semoga Allah membalas segala kebaikan yang telah dilakukan,” begitulah doa yang dipanjatkannya kala itu.

Tentunya apa yang telah dilakukan anak-anak mud aini semoga menjadi motivasi rekan-rekannya agar mau peduli kepada sesame karena dengan berbagi ada yang terbantu denga napa yang mereka lakukan walaupun yang dilakukannya sangat sederhana.(deffy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.