Liberalisasi Seksual: Arus Global Racuni Muslim

oleh -84 views
Novriyani, M.Pd

TIDAK hanya anak-anak yang diracuni pemikiran liberal tetapi juga orang tua. Media saat ini banyak menayangkan tontonan yang bebas dan mudah diakses oleh siapa saja. Seperti halnya kerusakan generasi saat ini yang disebabkan merebaknya tontonan film porno dan konten-konten yang mengacu kepada seksual.

Seperti yang belum lama ini terjadi seorang publik figur yang memberikan pembelajaran tentang seks dengan mengajak anak untuk menonton film porno. Hal ini dinilai oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa film porno buruk bagi anak-anak. Dia mengatakan konten porno itu konten berbahaya. Dampak negatifnya serius bagi tumbuh kembang anak. Konten porno tidak boleh ditonton oleh anak-anak meski diawasi atau ditemani. Selain itu, dia meminta orang tua berhati-hati dalam mendidik anak dan tetap memperhatikan etika perlindungan anak (detiknews, 26/6/2021)

Dari fakta lain mengungkapkan Sebuah Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menyarankan setiap negara untuk menerapkan pendidikan seksual yang komprehensif. Pendidikan seksualitas komprehensif adalah bagian tak terpisahkan dari pendidikan berkualitas baik, pencampaian hasil kesehatan yang baik, dan kemajuan menuju kesejahteraan gender (CNNIndonesia, 14/6/2021)

Pemikiran Liberal, Bahaya Bagi Orang Tua dan Anak

Cara pandang dan pola asuh orang tua yang salah serta jauh dari kehidupan agama adalah bentuk kampanye liberalisasi yang terus digaungkan oleh pendukung kesetaraan gender dan barat kepada negeri-negeri Islam. Mereka terus berupaya untuk merusak pemikiran orang tua dan anak-anak dengan pemikiran sekuler liberal dimana segala aspek kehidupan dijauhkan dari agama. Berbagai upaya dilakukan termasuk menayangkan tontonan yang berisi konten porno yang mudah diakses oleh siapa saja. Bahkan mereka yang mengambil alih dalam hal apapun di media, sehingga dengan mudah mereka merusak pemahaman dan pemikiran orang tua dan anak-anak melalui media.

Selain itu, orang tua yang tidak paham dalam mendidik anak-anaknya akan menjadikan pandangan sekuler sebagai acuan dalam mendidik anak. Maka, dapat dipastikan bahwa cara yang dilakukan orang tua dalam memahamkan dan mengajarkan anak tentang seksual akan salah.

Seperti kasus artis yang memberikan pembelajaran seksual kepada anaknya dengan menonton film porno bersama yang justru memberikan dampak negatif kepada anak. Hal ini terjadi karena minimnya pemahaman orang tua yang menjadikan pemikiran liberal sebagai acuan berfikir dan minimnya peran negara dalam melindungi dan menjaga generasi dari pemikiran liberal.

Generasi: Aset Berharga yang Perlu Dijaga dan Dilindungi

Anak adalah amanah dari Allah yang harus dijaga dengan baik. Hal ini tak hanya dalam aspek kebutuhan sehari-hari saja, namun pendidikan dan pemahaman aqidah yang perlu diajarkan dan ditanamkan dalam diri anak. Orang tua pun wajib mengajarkannya mengenal dan menaati Allah dan Rasul-Nya.

Banyak orang tua yang sekedar memenuhi kebutuhan hidup anaknya saja dan dibesarkan dengan begitu saja tanpa memperhatikan apakah anak memiliki pemahaman terhadap aqidahnya atau tidak. Sehingga dengan mudah anak akan terpengaruhi oleh lingkungannya yang salah dan bebas. Kesalahan terbesar orang tua adalah ketika orang tua mendidik anak mereka jauh dari Islam. Mereka menerapkan cara mendidik yang tidak dituntunkan dalam syariat Islam.

Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat pernah berkata “Sesungguhnya setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini dalam keadaan suci (fitrah, Islam). Dan, karena kedua orang tuanyalah, anak itu akan menjadi seorang yang beragama Yahudi, Nasrani, atau Majusi”.

Maka dari itu, sangat penting bagi orang tua untuk belajar dan memahami dengan tepat dan benar bagaimana mendidik anak agar mereka senantiasa taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Hal ini tidak akan berjalan tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak, seperti keluarga, masyarakat, dan negara.

Pentingnya peran keluarga dalam pembentukan generasi, karena keluarga adalah orang pertama yang mengerti kondisi anak dan yang berkewajiban mengenalkan baik dan buruk pada anak. Selain itu peran masyarakat, dalam hal ini masyarakat juga mengambil peran penting dalam pembentukan generasi. Masyarakat dan lingkungan yang baik akan memberikan pengaruh baik pula terhadap anak. Karena msyarakat adalah tempat dimana generasi akan tumbuh dan hidup bersama dengan masyarakat lainnya.

Peran negara, negara memiliki peran sama pentingnya dengan orang tua. Negara yang mampu memutuskan kebijakan untuk menutup media dan fasilitas yang mampu merusak generasi saat ini.

Islam Menjaga dan Melindungi Generasi

Kerusakan remaja yang terajdi akibat penerapan sistem sekuler liberal yang menjadi acuan bagi orang tua, masyarakat, dan negara. Sehingga hal ini menimbulkan banyaknya permasalahan yang tak pernah ada solusinya. Ketika solusi yang diambil juga adalah solusi sekuler, maka yang ada permasalahan yang terus terjadi.

Sebaik-baik keluarga, masyarakat, dan negara adalah yang menerapkan dan menggunakan Islam sebagai solusi. Islam tidak hanya mengatur seputar ritual ibadah semata, tapi Islam adalah sebuah aqidah yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Islam mampu menjaga dan melindungi generasi dari kerusakan yang timbul di tengah-tengah masyarakat.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh negara yang menerapkan Islam dalam menjaga dan melindungi generasi. Pertama, menerapkan sistem pendidikan Islam. Sistem pendidikan Islam akan mampu melahirkan generasi yang memiliki kepribadian Islam dan cara berfikir Islam. Karena dalam pendidikan Islam memiliki kurikulum yang berbasis aqidah Islam.

Kedua, menerapkan sistem pemerintahan dan politik ekonomi Islam. Dalam hal ini pemerintah mampu memberikan kebijakan untuk menghilangkan dan meblokir konten-konten yang memuat dan mengandung porno dan gaya hidup bebas. Penerapan ekonomi Islam yang juga akan memberikan dan menfasilitasi generasi untuk mendapat pendidikan gratis dan berkualitas.

Ketiga, mewujudkan lingkungan yang Islam. Dalam hal ini negara akan melarang aktivitas yang bertentangan dengan Islam. Keempat, menegakkan sistem sanksi yang tegas. Jika masih ada yang melakukan maksiat dan pelanggaran, maka negara dengan tegas memberikan sanksi sehingga memberikan efek jera terhadap pelakunya.

Demikianlah Islam memberikan solusi untuk senantiasa menajaga dan melindungi generasi dari bahaya kerusakan yang terjadi saat ini. Wallahu’alam

 

Ditulis oleh: Novriyani, M.Pd, Praktisi Pendidikan yang tinggal di Lampung Timur, Bandar Lampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.