Pembukaan yang Penuh Makna Awali Peparnas XVI  Papua

oleh -269 views
pas
Atlet paralimpik Idayani (kiri) dan Maridus Melianus (kanan) menyulut obor Peparnas saat upacara pembukaan Peparnas Papua di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Jumat (5/11/2021). Pembukaan Peparnas Papua tersebut bertemakan "Cahaya Kemenangan Dari Timur Papua". (ist/wmol)

PAPUA I WMOL – Acara pembukaan yang semarak dan penuh makna di Stadion Mandala Jayapura Jumat malam (5/11/2021) menandai dimulainya Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) edisi ke-16 di Papua.

Para atlet penyandang disabilitas dari berbagai provinsi di Indonesia akan bertanding hingga 15 November mendatang, untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang olahraga serta memberi kebanggaan bagi daerahnya.

Sama seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) yang digelar awal Oktober lalu, acara pembukaan Peparnas XVI Papua juga tidak kalah menariknya, dan terlihat dirancang dengan baik.

Kesemarakan acara pembukaan antara lain ditandai dengan sejumlah atraksi seperti tari-tarian tradisional, atraksi ratusan drone dan penampilan sejumlah artis ternama seperti Anggun dan Edo Kondologit.

Meskipun ada pembatasan karena pandemi, namun animo masyarakat untuk menyaksikan pembukaan, baik di dalam maupun di luar stadion sangat tinggi.

Bahkan berjam-jam sebelum dimulainya acara pembukaan, sudah terlihat warga yang memenuhi kompleks stadion Mandala.

Panitia telah mengantisipasi besarnya animo warga dengan memasang videotron di sejumlah lokasi sehingga warga dapat menyaksikan acara pembukaan Peparnas tanpa harus masuk ke stadion.

Dengan lancar dan suksesnya acara pembukaan Peparnas XVI Papua ini, menunjukkan makna bahwa Komite Paralimpiade Indonesia dan Panitia Perparnas serta Pemprov Papua dapat mengatasi segala tantangan untuk mengelar pesta olahraga ini.

Lokasi penyelenggaraan Peparnas di provinsi paling timur Indonesia ini bukan menjadi halangan bagi para atlet untuk datang dan berkompetisi.

 

Dari acara pembukaan Peparnas XVI Jumat malam itu juga ada makna yang disampaikan yakni mengenai upaya menegakkan kesetaraan bagi atlet penyandang disabilitas.

Makna itu tersampaikan dalam pidato Wapres Ma’ruf Amin dan juga Gubernur Papua Lukas Enembe dalam acara pembukaan di Stadion Mandala Jayapura.

“Peparnas bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi lebih dari itu. Ini adalah pembuktian adanya semangat kesetaraan dan persamaan bagi kita semua,” demikian salah satu isi sambutan Wapres.

Menurut Wapres penyelenggaraan Peparnas XVI juga merupakan komitmen Pemerintah untuk mewujudkan kesetaraan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi kelompok difabel.

“Dan ini merupakan pembuktian komitmen Pemerintah untuk memberikan perlakuan yang setara bagi setiap warga negara,” katanya.

 

Sementara itu Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan gelaran Peparnas ini dengan jelas menggambarkan setiap orang di negeri ini mempunyai kesempatan yang sama untuk mengharumkan nama bangsa.

Selain itu, Lukas Enembe menegaskan Peparnas bukanlah acara pelengkap dari PON Papua dan adalah wadah yang sama serta sejajar. Ia mengatakan sebagai tuan rumah akan mempersiapkan Peparnas ini dengan hati yang tulus serta semangat yang tinggi.

“Peparnas XVI ini adalah panggung kesetaraan. Dimana setiap orang yang ada di negeri ini punya kesempatan yang sama untuk mengharumkan nama bangsa,” ungkap Lukas Enembe.

Penyampaian oleh Wapres dan Gubernur Papua tentunya akan menjadi pendorong semangat bagi para atlet untuk bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Sejumlah daerah juga telah mematok sejumlah target bagi para atletnya di Peparnas XVI ini.

 

Misalnya Jawa Barat yang menargetkan kembali menjadi juara umum, seperti yang telah mereka raih ketika menjadi tuan rumah dalam Peparnas 2016.

Pada PON XX di Papua awal Oktober lalu Jabar membuktikan bukan sebagai “jago kandang” dengan kembali menjadi juara umum para pesta olahraga nasional itu.

Kini NPC Jabar juga ingin mengikuti sukses tersebut di Peparnas 2021.

Jateng yang pada Peparnas 2016 berada di peringkat kedua dengan 68 medali emas, mematok target yang sama dalam peraihan medali di Peparnas XVI Papua ini.

Dalam 10 hari ke depan, akan terlihat provinsi-provisi mana saja yang sukses menempatkan atletnya sebagai juara.

Motivasi lainnya bagi para atlet adalah Peparnas juga dapat sebagai batu loncatan untuk meraih prestasi di tingkat internasional.

Sejumlah multievent internasional untuk penyandang disabilitas sudah ada di depan mata. Di antaranya ASEAN Paragames 2021 di Vietnam, Asian Paragames di China dan yang tertinggi adalah Paralimpik Games di Paris 2024. (*/den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.