Kontroversi, Sebuah Dinamika Dalam Organisasi

oleh -16 views
pimpin
Ilustrasi

 

SEBUAH Dinamika terwujud pasca  pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Jawa Barat tahun 2021 di Ballroom Grand Preanger Hotel, 21-22 Desember 2021 lalu. Organisasi memang butuh dinamika agar aspirasi – apapun itu bentuknya, muncul menjadi sebuah demokrasi, hak kebebasan untuk berpendapat.

IMG 20220103 WA0012

Lantas, apa yang kemudian menjadi dinamika pasca RAT KONI Jabar ? Tak pelak adalah soal dukungan bagi Ahmad Saefudin untuk kembali memimpin KONI Jabar masa bakti 2022-2026. Bahkan Ahmad Saefudin  diusulkan sebagai Bapak Olahraga Jabar.

Jika kemudian ihwal pencalonan dan pengusulan itu berbuah kontroversi, rasanya hal yang wajar-wajar saja. Bukankah ini sebuah dinamika ? Apalagi koridornya masih sebatas “pencalonan” dan “pengusulan”. Hal yang bisa saja berubah ditengah jalan atau mungkin juga disaat last minute.

Kontroversi atau kontroversial memang selalu menjadi hal yang menarik. Kalimat kontroversi selalu merujuk pada keadaan sengketa atau debat publik yang berkepanjangan. Hal ini biasanya menyangkut  pada masalah pendapat atau sudut pandang yang saling bertentangan.

Jika kemudian pencalonan dan pengusulan Ahmad Saefudin sebagai Ketua Umum KONI Jabar tiga periode dan menjadi Bapak Olahraga Jabar menjadi kontroversi sebagian pihak, tentu kita harus melihat dengan kepala dingin. Dengan perasaan jernih, tanpa ramuan bumbu sirik atau dengki.

Soal kinerja. Ini yang paling utama. Dua kali membawa Jabar kampiun PON tentu bukan hal yang gampang. Dalam kacamata sportifitas tentu layak diacungi dua jempol. Apalagi – ini yang patut digarisbawahi, dukungan bagi Ahmad Saefudin sebagai Ketua Umum KONI Jabar 2022-2026 telah mengemuka dari sebagian besar cabor disaat RAT.

Hal tersebut  termuat dalam hasil Rapat Komisi A RAT KONI Jabar 2021. Berdasarkan notulensi hasil rapat Komisi A poin 7 dituliskan ‘Bapak Ahmad Saefudin diusulkan untuk mengawal Jawa Barat pada PON 2024, bahkan ada beberapa cabang olahraga yang mempertimbangkan Ahmad Saefudin untuk maju kembali sebagai Ketua Umum KONI Jabar di periode 2022 s/d 2026.

 

Dedikasi,Toleransi dan Loyalitas

Bagi sebagian pihak yang “bersebrangan” tentu saja hal tersebut menjadi sebuah kontroversi. Tapi sekali lagi hal tersebut sah-sah saja. Inilah dinamika dalam sebuah roda organisasi. Bagi Ahmad Saefudin sendiri hal tersebut menjadi sebuah amanah. Sesuai prosedur, semua aspirasi cabor pada pelaksanaan RAT akan dilaporkan kepada pemerintah provinsi.

Terkait masalah aturan, pihak Ahmad Saefudin secara internal akan berkonsultasi dengan pemimpin tertinggi satu tingkat yakni KONI Pusat. Namun, semua itu kembali lagi kepada internal. Seandainya memang tidak ada yang lain ini maka hal tersebut merupakan keputusan bersama dan harus menerima konsekuensi secara bersama.

Akan halnya soal pencalonan kembali  Ahmad Saefudin sebagai Ketua Umum KONI Jabar periode 2022-2026, secara syariah aturan itu dibatasi dua periode. Namun hal yang pantas jadi catatan adalah merujuk pada pemilih.

Pemilih ini  adalah sebuah kepercayaan yang memang harus diwujudkan oleh penerima kepercayaan. Kepercayaan ini adalah harapan, keinginan dan cita-cita dari pemberi. Sehingga ketika mereka menentukan sikap, tentu menjadi bagian penting untuk dipertimbangkan.

Mari sama-sama kita pahami sikap Dedikasi,Toleransi dan Loyalitas dari seorang Ahmad Saefudin. (Den)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.