Aparatur DPMPTSP Kota Bandung Belum Gunakan Prinsip “NPS”

Yossi Irianto saat Sidang Terbuka Program Doktoral di UNPAD

 

BANDUNG. Budaya kerja aparatur di DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Bandung dalam pembuatan Surat Ijin mendirikan bangunan belum efektif karena tidak menggunakan prinsip New Public Service (NPS). Padahal dengan dasar paradigma itu akan melahirkan konsep baru sebagai solusi guna meningkatkan efektivitas budaya kerja aparatur negara.

Demikian dikatakan Yossi Irianto, Sekretaris daerah kota Bandung pada saat menyampaikan disertasinya pada sidang Program doktoral (S3) Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Sabtu (12/8).

Menurut Yossi, budaya kerja aparatur negara berdasarkan prinsip NPS, diantaranya teori tentang demokrasi kewarganegaraan, diperlukan peran atau keterlibatan warganegara dalam pengambilan kebijakan dan pentingnya deliberasi untuk menghindari konflik.

Maka dari itu, “Untuk kemajuan budaya kerja dalam prinsip New public service (NPS) terlebih dahulu diperlukan sosialisasi kepada masyarakat yang memerlukan pengurusan IMB khususnya. Sosialisasi harus diikuti oleh penegak regulasi dan penguatan sanksi tegas terhadap semua aparatur yang tidak melaksanakan prinsip NPS di dalam memberikan pelayanan kepada warga masyarakat,” jelas Yossi.

Yossi Irianto berhasil meraih gelar Doktor Administrasi Publik dari UNPAD dengan predikat sangat memuaskan. Yakni dengan raihan IPK 3.95. Gelar tersebut diraihnya setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Budaya Kerja Aparatur Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota Bandung dalam Pembuatan Ijin Mendirikan Bangunan Hotel dan Restoran”.

Sidang promosinya dilaksanakan di Ruang Sidang Program Pascasarjana Fisip UNPAD, jalan Bukit Dago Utara Kota Bandung, Sabtu (12/8/2017).  Sidang dipimpin langsung oleh Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, M.T., M. Si dan Sekretaris sidang oleh Ida Widianingsih. Adapun promotor sekaligus penguji dintaranya Prof. H. Oekan S. Abdoellah, M.A., Ph.d., Prof. Dr. Drs. H Budiman Rusli, M.S, sedangkan pengujinya di antaranya  Prof. Dr. Drs. Josy Adiwisastra dan Prof. Dr. Drs. H. Dede Mariana, M. Si.(Abud)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY