Bandung Kolaboratif 2017, HJKB BUKAN SEKEDAR HITUNG USIA FISIK

BANDUNG, Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-207 harus dimaknai sebagai sarana mengembalikan ingatan akan pentingnya upaya menuntaskan persoalan sosial ekonomi, mengembangkan budaya dan menjaga keseimbangan manusia dengan lingkungan melalui kerja bersama dalam semangat gotong royong. Sesuai dengan tagline tahun ini yaitu “Bandung Kolaboratif”.

Peringatan Hari Jadi Kota Bandung tahun ini harus pula dinilai sebagai momentum perubahan tatanan sosial ke arah yang lebih maju, sejahtera dan berkeadilan. Mengingat dampaknya bukan hanya untuk warga kota Bandung sendiri, melainkan juga bagi penduduk daerah sekitar sesuai perannya sebagai pusat pertumbuhan regional.

Demikian sambutan Walikota Bandung Ridwan Kamil pada upacara peringatan Hari jadi Kota Bandung (HJKB) ke-207 di Balaikota, Senin (25/9) kemarin.

“Itulah sebabnya peringatan hari jadi juga bukan sekedar untuk menghitung usia fisik kota tetapi juga sarana untuk menakar prestasi dan memacu semangat berkarya melalui komitmen menguatkan sinergi aparatur pemerintah dengan dunia usaha dan masyarakat sesuai budaya rempug jukung sauyunan,”papar  Walikota Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil.

Pada praktiknya, lanjut Emil, pemerintah kota Bandung mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan melalui program inovasi pemberdayaan pembangunan kewilayahan (PIPPK). Program ini merupakan salah satu penguatan peran warga dalam pembangunan wilayah masing-masing.

Pada tahun 2015, diuraikan Emil, pertama kali PIPPK dilincurkan, pemkot Bandung menganggarkan dana sebesar Rp 201,4 milyar bagi 1.561 Rukun warga (RW), 151 PKK kelurahan, 151 Karang Taruna kelurahan dan 151 LPM kelurahan.

Pada tahun 2016, pemkot Bandung menganggarkan Rp 203,7 milyar. Sedangkan tahun 2017 ini dianggarkan sebesar Rp 196,3 M.

Dalam pelaksanaanya tentu tidak sedikit tantangan yang dihadapi. Namun  Emil sangat bersyukur, karena dalam kurun waktu 3 tahun PIPPK banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga pelosok kota Bandung.

Diantaranya untuk perbaikan jalan lingkungan, renovasi rumah tidak layak huni, revitalisasi MCK dan gorong-gorong, pembangunan taman tematik, pembuatan sumur resapan, rehabilitasi masjid dan penerangan jalan umum baru.

Keberhasilan PIPPK ini, lanjutnya, merupakan wujud asas desentralisasi pembangunan. Selain keberhasilan PIPPK, selama empat tahun terakhir kota Bandung berhasil meraih prestasi di berbagai bidang dengan total penghargaan, baik tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.

Selama kurun waktu itu pula, pemerintah kota Bandung  dianugerahi penghargaan Sistem Akuntabhilitas Kinerja Instansi (SAKIP) dari kemebtrian pembedayaan aparatur negara dan reformasi birokrasi, dengan nilai tertinggi se-Indonesia yaitu A-80,22.

Raih banyak penghargaan

Pada kesempatan yang sama Walikota Ridwan Kamil memaparkan keberhasilan yang telah diraih pemerintah kota Bandung.

Pada tahun 2017ini, kata Emil, pemerintah kota Bandung mendapat penghargaan dari Komnas HAM sebagai “Pemerintah Daerah Berdedikasi dalam Perlindungan dan Pemenuhan atas Hak kebebasan Beragama dan Berkeyakinan”. Dan piala Adipura untuk ketiga kalinya dalam tiga tahun berturut-turut, yaitu tahun 2015, 2016 dan tahun 2017.

Terbaru pemkot Bandung meraih “Asean Environment Award” untuk kategori kota metropolitan dengan kualitas udara terbersih dan terjaga, yang relevan dengan penobatan kota Bandung oleh Unesco tahun 2016 menjadi kota percontohan dunia yang bisa menyeimbangkan pembangunan di tiga sisi. Yakni infrastruktur, budaya dan kemanusiaan.

Patut dibanggakan pula karena Indeks pembangunan manusia (IPM) kota Bandung mencapai 80.13 dengan Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) sebesar 7,79% pada tahun 2016 lalu. Disamping itu, indeks kebahagiaan kota Bandung mencapai 73,42 yang berrti warga kota Bandung sangat bahagia.

“Berbagai pencapaian ini merupakan buah kerja keras dan kolaborasi aktif seluruh elemen kota Bandung. Oleh karena itu saya mengajak untuk terus mempertahanan dan meningkatkan apa yang telah kita capai. Dan mari bersama-sama kita tuntaskan agenda-agenda pembangunan kota yang masih berlumn terwujud,”pungkasnya.  (Red)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY