Bintang, ‘New Comer’ Yang Mulai Bersinar

BANDUNG, WALIMEDIA. Panggil saja : Bintang. Meski nama aslinya juga cantik, namun gadis kelahiran Garut, Jawa Barat ini kerap disapa dengan panggilan itu.

“Bintang itu panggilan kesayangan dari orang tua. Kalau gadis (dari suku Sunda-red) lain mah suka dipanggil Eneng, aku mah dipanggilnya Bintang. Mungkin orang tua berharap kalau hidup aku kelak bisa bersinar seperti  bintang,”ujar mojang yang memiliki nama asli Zeiska Wulandari mencoba menjelaskan asal usul penggilannya seraya mengembangkan senyumnya.

Karena seringnya dipanggil Bintang maka nama itu pula lah yang kemudian dijadikan nama komersilnya saat ia merambah di dunia akting seperti sekarang ini.

Ya. Bintang adalah seorang aktris. Meskipun masih tergolong new comer (pendantang baru) tetapi wajahnya sudah mulai sering tampil di televisi. Mojang berusia 18 tahun dan masih tercatat sebagai mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di kota Sumedang, Jawa Barat ini kerap terlihat di layar kaca. Beberapa sinetron sudah ia lakoni. Tengok saja  “Pelangi di Pagi Hari”, “Mutiara yang tersesat” atau  sinetron serial “Dunia Terbalik” yang tayang di salah satu stasiun televisi nasional.

Anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Jaja Ase Wijaya dan Iis Assiah ini memang sedari kecil sudah tertarik ke dunia akting. Kendati begitu, ia tidak pernah mengikuti kursus seni peran secara khusus.  “Aku otodidak saja. Belum pernah  mengikuti kursus atau pelatihan khusus dunia akting,” aku pemilik BB (berat badan) 48 kg dan TB 157 cm dengan warna kulit kuning langsat.

Karena ketertarikannya pada dunia peran, meski tidak dibekali basic dunia akting, maka Bintang pun all out dalam setiap peran yang dilakoninya. “Aku senantiasa berusaha maksimal dan menghayati setiap peran yang ditawarkan,” jelas gadis yang mengaku masih jomblo ini.

Saat ditanya apa yang diharapkan dari dunia entertain, khususnya dunia seni peran, dengan polos ia menjawab : “Aku kan berharap kelak jadi orang terkenal di dunia akting. Ini (jadi orang terkenal) cita-cita dari kecil lho,” pungkas gadis berwjah oriental saat bertandang  ke kantor PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) kelompok kerja Kota Bandung, Jl. Panaitan Nomor 23 Bandung beberapa waktu lalu seraya terbahak-bahak. (Red)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY