Pembukaan Festival Keraton Nusantara XI Cirebon

Pestival Pembukaan Keraton Nusantara XI

Walimedia.com – Festival Keraton Nusantara XI dibuka secara resmi dengan ditandai ditabuhnya tiga bedug, Sabtu (16/9/2017). Masing-masing oleh Gubernur Jawa Barat, Sultan Sepuh XIV, dan Wali Kota Cirebon di Alun-alun Keraton Kasepuhan. Pembukaan FKN yang dihadiri lebih dari 100 keraton dan kesultanan dalam dan luar negeri ini, juga dimeriahkan oleh kirab agung prajurit keraton.

Sementara itu, release yang diterima oleh harian waktu ,salah satu wakil ketua komisi empat anggota DPRD provisnsi jabar , Menurut daddy Rohandi, anggota DPRD prov jabar cukup banyak yang hadir terutama wilayah pemilihan kota cirebon (dapil Cirebon),hadir juga Budayawan  senior Uu rukmana, para raja dan ratu ,pangeran,dan putra mahkota di seluruh nusantara .ternyata para raja dan ratu dalam kondisi sekarang ini harus kita contoh kalau NKRI adalah harga mati bagi kerukunan keragaman bagi rakyat indonesia.pungkasnya

Beragam atraksi yang ditampilkan prajurit keraton dari 47 keraton dan kesultanan, menyedot perhatian ribuan warga walau suhu udara kota cirebon panas menyengat. Mereka memadati alun-alun dan jalan-jalan yang dilalui arak-arakan prajurit keraton.

Sejumlah kesultanan ikut menyertakan kereta kencana kerajaan dalam arak-arakan atau kirab agung prajurit keraton ini. Kontingen Keraton Surakarta Hadiningrat selain membawa dua kereta kencana juga menampilkan tiga prajurit berkuda perempuan. Ketiganya diperankan oleh tiga putri kerabat keraton.

Berbagai model baju adat yang dikenakan Sultan dan permaisuri serta rombongannya juga tidak kalah menarik perhatian warga. Model busana yang kaya akan ornamen dengan warna keemasan dan warna-warna yang menunjukkan keagungan, benar-benar memanjakan mata.

Menurut Gubernur Jabar ,Aher”, momentum Festival Keraton Nusantara benar-benar memperlihatkan kebhinekaan bangsa Indonesia. Kebhinekaan Indonesia, bukan sekadar fakta sejarah. Lebih dari itu merupakan fitrah kehidupan dan kecintaan semesta akan Bangsa Indonesia.Pungkasnya

“Momen-momen semacam ini harus selalu menguatkan komitmen menjaga keberagaman dan kebhinekaan, “ ungkap Aher.

Untuk itu, kata Aher, Festival Keraton Nusantara bukan hanya ajang silaturahmi. Namun juga penting untuk menjaga persatuan serta kesatuan bangsa. Even seperti ini, lanjutnya, juga penting sebagai upaya melestarikan seni dan budaya. Dalam konteks kebangsaan, kata Aher, FKN menjadi khasanah yang sangat menarik sebagai upaya menjaga nilai-nilai keberagaman.

Dalam konteks budaya dan ekonomi, sangat penting juga sebagai upaya pelestarian seni dan budaya yang bisa menjadi daya tarik pariwisata, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Apalagi, menurut Aher, sejarah mencatat, keraton dan kesultanan merupakan embrio lahirnya Negara KesatSultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat menyampaikan penghargaan dan penghormatan atas kehadiran kesultanan dan keraton baik dalam negeri maupun luar negeri.“Ini merupakan kehormatan bagi Cirebon dan Jawa Barat, “ Pungkasnya.

Menurutnya, setidaknya ada 100-an kesultanan dan keraton yang hadir. “Dari keraton luar negeri ada perwakilan delegasi dari Malaysia, Singapura, Srilangka dan Filipina,” ungkapnya.

Sementara itu, permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono X yang juga anggota DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengungkapkan, FKN penting karena keraton fokus pada upaya pelestarian seni dan budaya.

“Seni dan budaya sangat universal, karena tidak melihat perbedaan ras, agama dan golongan,” katanya.

Apalagi, katanya, saat ini adalah momen yang pas di tengah maraknya kasus intoleransi. Dengan demikian, FKN bisa berperan dalam menyatukan masyarakat yang berbeda melalui seni dan budaya.

Selain pembukaan, hari pertama FKN diisi dengan sejumlah kegiatan lain. Beberapa di antaranya lomba panahan tradisional di alun-alun Kasepuhan, pameran benda pusaka, dan pameran kerajinan rakyat di Keraton Kanoman.( F.k)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY