SMSI Diharapkan Mampu Ciptakan Media Siber Profesional dan Berintegritas

Ketua SMSI Pusat, Teguh Santoso (kiri) bersama Ketua PWI Jabar Mirza Zulhadi, saat Rakerda dan Sosialisasi SMISI di Hotel Horison, (1/11/) kemarin

 

BANDUNG. Berdasarkan catatan Dewan Pers, tidak kurang dari 43.000 media massa berbasis internet di Indonesia dimana sebagian besar diantaranya tidak dikelola secara profesional dan tidak menghormati etika dan hukum jurnalistik. Terlebih lagi saat ini media sosial (Medos) sudah menjadi hal yang menakutkan, karena tidak bisa dikendalikan. Maka keberadaan media siber sangat penting untuk memberikan informasi publik yg positif.

Demikian dikatakan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Barat, Hardiyansyah, saat memberikan sambutan dalam acara kegiatan Rapta Kerja dan Soaialiasasi SMSI di Hotel Horison Jalan Pelajar Pejuang No.11 Bandung, Rabu (1/11/2017).

Menurut Andi—sapaan akrab Hariyansyah, ditengah teknologi informasi, pers menghadapi tantangan yang tidak ringan. Saat ini telah terjadi perubahan yang sangat signifikan terhadap langkah ruang publik yang memungkinkan setiap individu mengakses informasi dan menjadi nara sumber informasi ketergantungan masyarakat pada dunia siber semakin hari semakin tinggi.

“Hadirnya SMSI akan menjadi wadah bagi kita semua untuk menciptakan media siber yang profesional dan berintegritas. SMSI juga nantinya akan membantu perusahaan-perusahaan media online menjadi perusahaan yang profesional dengan kualitas jurnalistik yang baik. Kedepan, SMSI akan berdiri digarda terdepan dalam penanggulangan hoax (berita bohong-Red) yang muncul di medsos,” kata Andi yang juga pengelola portal berita “Ayo Bandung.com” ini.

Dihadapan sekitar 150 pemilik media online yang hadir, Andi juga menjelaskan, SMSI secara resmi telah didaftarakan ke Dewan Pers pada tanggal 8 September 2017 lalu. Saat ini kepengurusan SMSI telah terbentuk di 27 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 1000 perusahaan media online. Sedangkan di Jawa Barat anggota yang terdaftar baru sekitar 50 perusahaan media online.

“Kami baru mendata 50 perusahaan media online. Saya yakin jumlah ini akan bertambah mengingat belum semua perusahaan media online di Jawa Barat mendaftar ke SMSI. Karena itu, pada hari ini SMSI Jawa Barat membentuk 5 Korwil untuk membantu proses pendataan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua SMSI Pusat, Teguh Santosa mengatakan, saat ini telah terjadi pergeseran besar dalam dunia media, yakni dari media cetak ke media siber atau online yang berbasis internet.

Dalam sebuah pergeseran besar yang disebutnya sebagai revolusi industri media itu, pimpinan media harus cermat dan jeli melihat dan menangkap peluang. Jangan sampai terjebak dalam perubahan besar itu.

“Perusahaan harus bisa menangkap peluang di revolusi. Untuk itu, SMSI ini bukan beranggotakan individu wartawan, tetapi perusahaan media online. Visinya, media anggota SMSI menjadi prusahanan profesional yang menjadi tumpuhan para pekerjaannya, tempat karyawan mengharapkan penghidupan yang lebih layak. Pekerjaan besar menanti kita” tandasnya.

Teguh menambahkan, SMSI bertekad membangun masyarakat digital, agar Indonesia bukan cuma jadi pengguna dan membicarakan tentang digitalisasi, tapi pencipta aplikasi sendiri. (Red)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY